Sejarah Asal Mula Candi Borobudur


Asal Mula Candi Borobudur
Laporan mengenai ada penemuan Candi Borobudur terdaftar pada th. 1814 saat sir Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris sebagai wali Negara Indonesia mengadakan kunjungan ke Semarang. Raffles memperoleh info kalau di daerah kedu sudah diketemukan susunan batu bergambar. Raffles mengutus Cornelius seseorang Belanda untuk mengadakan riset. Pekerjaan itu dilanjutkan oleh Residen Kedu bernama Hartman pada th. 1835.

Histori Candi Borobudur

Borobudur di bangun sekitaran th. 800 Masehi atau era ke-9. Candi Borobudur di bangun oleh beberapa penganut agama Buddha Mahayana pada saat pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini di bangun pada saat kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yakni Raja Samaratungga yang datang dari wangsa atau dinasti Syailendra. Peluang candi ini di bangun sekitaran th. 824 M serta usai sekitaran mendekati th. 900-an Masehi pada saat pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang yaitu putri dari Samaratungga. Sedang arsitek borobudur yang berjasa bangun candi ini menurut cerita turun-temurun bernama Gunadharma.


Asal Usul Nama Candi Borobudur


Kata Borobudur sendiri berdasar pada bukti tercatat pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang berikan nama candi ini. Tak ada bukti tercatat yang lebih tua yang berikan nama Borobudur pada candi ini. Hanya satu dokumen tertua yang tunjukkan kehadiran candi ini yaitu kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada th. 1365. Di kitab itu ditulis kalau candi ini dipakai sebagai tempat meditasi penganut Buddha.


Makna nama Borobudur yakni " biara di perbukitan ", yang datang dari kata " bara " (candi atau biara) serta " beduhur " (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bhs Sansekerta. Karenanya, sesuai sama makna nama Borobudur, jadi tempat ini mulai sejak dulu dipakai sebagai tempat ibadat penganut Buddha.


Candi ini sepanjang beratus-ratus tahun tak akan dipakai. Lalu lantaran letusan gunung berapi, beberapa besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Diluar itu, bangunan juga tertutup beragam pohon-pohon serta semak belukar sepanjang beratus-ratus tahun. Lalu bangunan candi ini mulai terlupakan pada jaman Islam masuk ke Indonesia sekitaran era ke-15.

Pada th. 1814 waktu Inggris menempati Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar ada penemuan benda purbakala memiliki ukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Lantaran minatnya yang besar pada histori Jawa, jadi Raffles selekasnya memerintahkan H. C. Cornelius, seseorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki tempat penemuan yang waktu itu berbentuk bukit yang dipenuhi semak belukar.


Cornelius dibantu oleh sekitaran 200 pria menebang pohon-pohon serta singkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa itu. Lantaran memperhitungkan bangunan yang telah rapuh serta dapat roboh, jadi Cornelius melaporkan pada Raffles penemuan itu termasuk juga sebagian gambar. Lantaran penemuan itu, Raffles memperoleh penghargaan sebagai orang yang mengawali pemugaran Candi Borobudur serta memperoleh perhatian dunia. Pada th. 1835, semua ruang candi telah sukses digali. Candi ini selalu dipugar pada saat penjajahan Belanda.


Sesudah Indonesia merdeka, pada th. 1956, pemerintah Indonesia memohon pertolongan UNESCO untuk mempelajari rusaknya Borobudur. Lantas pada th. 1963, keluar ketentuan resmi pemerintah Indonesia untuk lakukan pemugaran Candi Borobudur dengan pertolongan dari UNESCO. Tetapi pemugaran ini baru betul-betul mulai dikerjakan pada tanggal 10 Agustus 1973. Sistem pemugaran baru usai pada th. 1984. Mulai sejak th. 1991, Candi Borobudur diputuskan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.


Histori mencatat Borobudur yaitu candi paling besar yang pernah di bangun untuk penghormatan pada sang Budha. Pikirkan saja bangunannya meraih 14. 000m persegi dengan ketinggian sampai 35, 29m. Satu prasasti Cri Kahuluan yang datang dari era IX (824 Masehi) yang di teliti oleh Prof Dr J. G. Casparis, membuka silsilah tiga Wangsa Syailendra yang berturut-turut berkuasa pada saat itu, yaitu Raja Indra, Putranya Samaratungga. Lalu, putrinya yang bernama Samaratungga Pramodawardhani.


Letak candi ini memanglah di atas perbukitan yang terdapat di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km samping laut kota Yogyakarta. Dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat. Sesaat di samping timur ada Gunung Merapi serta Merbau, dan disamping barat ada Gunumg Sindoro serta Gunung Sumbing.

Diperlukan tidak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50. 000m persegi untuk bangun Candi Borobudur ini. Berat keseluruhnya candi meraih 3, 5 juta ton. Seperti biasanya bangunan candi, Bororbudur mempunyai 3 sisi bangunan, yakni kaki, tubuh serta atas. Bangunan kaki dimaksud Kamadhatu, yang menceritakan mengenai kesadaran yang dipenuhi dengan udara nafsu serta beberapa karakter kebinatangan. Lalu Ruphadatu, yang berarti satu tingkatan kesadaran manusia yang masihlah terikat udara nafsu, materi serta bentuk. Sedang Aruphadatu yang tidak lagi terikat udara nafsu, materi serta bentuk digambarkan berbentuk stupa induk yang kosong. Hal semacam ini cuma bisa diraih dengan hasrat serta kekosongan.

itulah untuk postingan kali  ini mengenai  Sejarah Asal Mula Candi Borobudur, semoga bisa membantu untuk sahabat semuanya.
sumber : http://www.akujagoan.com/2011/02/sejarah-candi-borobudur.html

Sejarah Asal Mula Nama Batik


Asal Mula Nama Batik

Mulai sejak Batik diputuskan Unesco jadi satu diantara 'The World Heritage' pada 2 Oktober 2009 silam, batik jadi begitu disukai. Everybody wears batik now. Industri-industri batik juga semakin berkembang, butik-butik batik on-line banyak juga bermunculan. Batik, saat ini, jadi suatu hal yang begitu gampang didapat dengan harga yang terjangkau dalam bermacam jenis serta ukuran.


Tetapi, apa sih sesungguhnya batik itu?


Kata Batik datang dari bhs Jawa “amba” yang bermakna menulis serta “titik”. Kata batik mengacu pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diterapkan ke atas kain, hingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bhs Inggrisnya “wax-resist dyeing”.


Batik yaitu kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi serta sudah jadi sisi dari budaya Indonesia (terutama Jawa) mulai sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di saat lampau jadikan ketrampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, hingga di saat lantas pekerjaan membatik yaitu pekerjaan eksklusif wanita hingga diketemukannya “Batik Cap” yang sangat mungkin masuknya lelaki kedalam bagian ini. Terdapat banyak pengecualian untuk fenomena ini, yakni batik pesisir yang mempunyai garis maskulin seperti yang dapat dipandang pada corak “Mega Mendung”, di mana di banyak daerah pesisir pekerjaan membatik yaitu umum untuk golongan lelaki.


Macam corak serta warna Batik di pengaruhi oleh beragam dampak asing. Awalannya, batik mempunyai macam corak serta warna yang terbatas, serta sebagian corak cuma bisa digunakan oleh kelompok spesifik. Tetapi batik pesisir menyerap beragam dampak luar, seperti beberapa pedagang asing serta selanjutnya, beberapa penjajah. Beberapa warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil ketertarikan pada batik, serta akhirnya yaitu corak bebungaan yang terlebih dulu tak di kenal (seperti bunga tulip) serta benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk beberapa warna kegemaran mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetaplah menjaga coraknya, serta masihlah digunakan dalam upacara-upacara kebiasaan, lantaran umumnya semasing corak mempunyai perlambangan semasing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

demikian untuk postingan kali ini mengenai sejarah baju batik dan nama batik.
sumber : http://batikreview.blogspot.com/2010/03/asal-batik.html

Sejarah awal mula Kota Jakarta


Sejarah Histori Jakarta berawal dari satu bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitaran 500 th. silam. Sepanjang beratus-ratus tahun lalu kota bandar ini berkembang jadi pusat perdagangan internasio-nal yang ramai.


Ringkasan Sejarah

Pengetahuan awal tentang Jakarta terkumpul sedikit lewat beragam prasasti yang diketemukan di lokasi bandar itu. Info tentang kota Jakarta s/d awal kehadiran beberapa penjelajah Eropa bisa disebutkan amat sedikit.


Laporan beberapa penulis Eropa era ke-16 mengatakan satu kota bernama Kalapa, yang nampaknya jadi bandar paling utama untuk satu kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terdapat sekitaran 40 km. di pedalaman, dekat dengan kota Bogor saat ini. Bangsa Portugis adalah rombongan besar beberapa orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini lalu terserang oleh seseorang muda umur, bernama Fatahillah, dari satu kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa.


Fatahillah merubah nama Sunda Kalapa jadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal berikut yang saat ini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Beberapa orang Belanda datang pada akhir era ke-16 serta lalu kuasai Jayakarta.


Nama Jayakarta ditukar jadi Batavia. Kondisi alam Batavia yang berawa-rawa serupa dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka juga bangun kanal-kanal membuat perlindungan Batavia dari ancaman banjir. Aktivitas pemerintahan kota dipusatkan di sekitaran lapangan yang terdapat sekitaran 500 mtr. dari bandar.




Mereka bangun balai kota yang anggun, yang disebut kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Makin lama kota Batavia berkembang ke arah selatan. Perkembangan yang cepat menyebabkan kondisi lilngkungan cepat rusak, hingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat aktivitas pemerintahan ke lokasi yang lebih tinggi letaknya. Lokasi ini diberi nama Weltevreden.

MENGAMATI kota Jakarta seperti membaca catatan panjang yang merekam beragam peristiwa saat lantas. Beragam bangunan serta lingkungan di Jakarta menaruh jejak-jejak perjalanan orang-orangnya, bagaimanakah mereka berlaku hadapi tantangan jamannya, penuhi keperluan hidupnya serta beradaptasi dengan lingkungannya. Ia menaruh suka-duka serta pahit-manisnya perubahan, dimana kita bisa menyerap pelajaran yang bernilai.

Jakarta, Ibukota Republik Indonesia, mempunyai banyak rekaman histori. Diantaranya berbentuk bangunan ataupun lingkungan. Di dalamnya tercermin usaha orang-orang saat lantas dalam bangun kotanya yang tidak luput dari beragam permasalahan dari jaman ke jaman.

“Jika kita melihat kota Jakarta saat ini, mungkin saja susah terbayang kalau beberapa ribu th. waktu lalu lokasi ini masihlah baru terbentuk dari endapan lumpur sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta. Umpamanya Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Marunda, Kali Cisadane, Kali Besar, Kali Bekasi serta Kali Citarum. Umur dataran Jakarta saat ini diprediksikan 500 th. berdasar pada geomorfologi, pengetahuan susunan tanah.

Endapan ini membuat dataran dengan alur-alur sungai yang mirip kipas. Dataran ini sesudah mantap lama kelamaan ditempati orang serta terbentuklah kelompok-kelompok pemukiman, dimana satu diantaranya lalu berkembang jadi pelabuhan besar, " kata Muhammad Isa Ansyari SS, Sejarawan Terpenting di Dinas Kebudayaan serta Permuseuman Pemda DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, kota Jakarta adalah kota yang berkembang dengan cepat mulai sejak memperoleh peran sebagai Ibukota Rl. Perubahan itu dikarenakan oleh beberapa aspek sosial, ekonomi serta budaya yang sama-sama merajut keduanya.

Berawal dari satu lingkungan pemukiman kecil dengan aktivitas hidup terbatas, serta lalu berkembang jadi lingkungan pemukiman megapolitan dengan beragam aktivitas yang amatkompleks. Dalam paparan histori pertumbuhannya, dimana pemerintah kotanya silih bertukar serta keadaan orang-orangnya begitu majemuk, baik dari suku bangsa, ras serta agama tersebut beragam segi kehidupannya, warga kotanya tetaplah bangun tempat bermukim serta berkehidupan mereka sesuai sama kekuatan dana, daya serta tehnologi yang mereka punyai.

Histori Jakarta

Peta Batavia th. 1897, Muhammad Isa Ansyari SS mengungkap histori kota Jakarta diawali dengan terbentuknya satu pemukiman di muara Ciliwung. Menurut berita Kerajaan Portugal pada awal era ke-15, pemukiman itu bernama " Kalapa " serta adalah satu Bandar utama dibawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran, yang pusatnya pada saat itu ada di Kota Bogor.

" Di Kerajaan Pajajaran, Bogor, itu saat ini masihlah ada prasasti peninggalan era ke-16. Nama prasasti itu " Sato Catat ", peninggalan Rahyang Niskala Watu Kencana, Tetapi oleh orang Eropa Bandar itu lebih di kenal dengan nama Sunda Kalapa, lantaran ada dibawah kekuasaan Sunda, " kata Muhammad Isa Ansyari SS.

Dalam histori, tutur Sejarawan Terpenting Dinas Kebudayaan serta Permuseuman Pemda OKI Jakarta itu, Bandar Malaka dikalahkan Kerajaan Portugal pada 1511. Maksud Portugal saat itu yaitu mencari jalur laut untuk meraih kepulauan Maluku, sumber rempah-rempah. Jadi pada 1522 mendaratlah kapal utusan dari Malaka dibawah pimpinan Francesco De Sa.

Menurut laporan Francesco De Sa berlangsung perundingan dengan pemuka Bandar Kalapa yang ada dibawah kekuasaan Raja Sunda yang beragama Hindu.

Disamping itu di Jawa Tengan dengan surutnya Kerajaan Majapahit berkembanglah Kerajaan Islam di Demak. Kerajaan Islam itu lalu menyerang Kerajaan Sunda di Jawa Barat mencakup Cirebon, Banten, Kalapa dan sebagainya. Mengingat kurangnya sumber-sumber asli Jawa Tengah tnengenai momen itu, jadi kita sangat terpaksa berpaling pada berita Kerajaan Portugal yang selanjutnya tak saja berlabuh di Maluku namun juga Kerajaan Portugal ini merapatdi Timor Timur, menyebutkan kalau pada 1526-1527 satu armada Portugal sudah berkunjung ke Sunda Kalapa untuk memenuni perfanjian th. 1522.

" Nyatanya mereka belum tahu kalau sudah berlangsung pergantian kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran ke Kerajaan Banten, yaltu beberapa orang dari Jawa Tengah yang beragama Islam. Ivlenurut berita yang mereka bisa, nama Pangtima yang didapatkan yaitu Falatehan, sebutan mereka untuk nama Fatahillah, " tutur Muhammad Isa Ansyari SS.


Masa Prasejarah

Di beberapa tempat di Jakarta seperti Pasar Minggu, Pasar Rebo, Jatinegara, Karet, Kebayoran, Kebon Sirih, Kebon Nanas, Cawang, Kebon Pala, Rawa Belong, Rawa Lefe, Rawa Bangke, ditemukan benda-benda pra sejarah seperti kapak, beliung, gurdi, dan pahat dari batu. Alat-alat tersebut berasal dari zaman batu atau zaman neolitikum antara tahun 1000 SM. Jadi, pada masa itu sudah ada kehidupan manusia di Jakarta.

"Dan seperti daerah latnnya, di Jakarta juga ditemukan prasasti. Prasasti Tugu ditemukan di Cilineing. Prasasti itu sarat informasi tentang Kerajaan Tarumanegara dengan Raja Purnawarman. Menurut prasasti itu, Jakarta merupakan wilayah Kerajaan Tarumanegara, kerajaan tertua di Puiau Jawa, di samping Bogor, Banten, Bekasi sampai Citarum di sebelah timur dan Giaruten," kata Muhammad isa Ansyari SS.

Urutan Momen Utama

Pada 686 Masehi. Kerajaan Tarumanegara hancur akibat serangan balatentara Kerajaan Sriwijaya. Era ke-14, Jakarta masuk ke lokasi Kerajaan Pakuan Pajajaran yang kerap disebtit Kerajaan Pajajaran, atau Kerajaan Sunda. Kerajaan Pajajaran memiiiki enam petabuhan, salah satunya pelabuhan Sunda Kalapa. Kota pelabuhan ini terdapat di Teluk Jakarta - di muara sungai Citiwung - yang disebut pusat perdagangan paling utama seiak era ke-12 sampai ke-16.

Senin, 21 Agustus 1522. Demikian utamanya, Sunda Kalapa tidak luput dari incaran orang-orana Portugis yang mulai sejak th. 1511 telah bercokol di daratan Malaka. Hasrat mereka memperoleh sambutan baik dari Raja Pajajaran. Terkecuali mempunyai urusan masalah perdagangan, Raja Pajajaran juga punya maksud memohon pertolongan beberapa orang Portugis dalam hadapi beberapa orang Islam, yang telah banyak pengikutnya di Banten serta Cirebon. Demak, saat itu, telah jadi pusat kemampuan serta penyebaran agama Islam.

Kesepakatan hubungan kerja juga di tandatangani pada Raja Pajajaran serta orang Portugis. Berisi orang Portugis ditzinkan membangun benteng di Sunda Kalapa, yang ditandai di pinggir sungai Ciliwung. Rabu 22 Juni 1527. Kesepakatan itu tidak bisa di terima Demak, Kerajaan Islam yang waktu itu tengah ada di puncak kejayaan.

" Sultan Demak kirim balatentaranya, yang di pimpin sendiri oleh menantunya, Fatahillah. Pasukan Fatahillah sukses menempati Sunda Kalapa pada 1527. Ketika armada Portugal datang, pasukan Fatahillah menghaneurkannya. Percuma armada Portugal itu hengkang Ke Malaka, " tutur Muhammad Isa Ansyari SS.

Dengan kemenangan itu Fatahillah menggantt nama Sunda Kalapa jadi Jayakarta. Berarti " Kemenangan Berjaya”. Tersebut momen bersejarah yang diputuskan sebagai 'hari jadl' Kota Jakarta. Kekuasaan Jayakarta pada akhirnya ada di tangan Fatahillah, serta semakin meluas hingga ke Banten jadi Kerajaan Islam.

Th. 1595. Cornells de Houtman serta anak buahnya tiba di perairan Banten. Beberapa orang Belanda itu datang mencari rempah-rempah. Persaingan diantara mereka semakin ketat dibumbui permusuhan.

Rabu 20 Maret 1602 seseorang token serta negarawan Kerajaan Belanda, Johati van Oldenbarneveld, mengambil satu prakarsa menghimpun beberapa pedagang Belanda dalam satu wadah. Berdirilah serikat dagang Verenigde Oost Indische Compaqnie atau VOC. VOC adalah wadah konglomerat jaman dahulu.

Th. 1617. Beberapa orang Kerajaan Belanda diizinkan berdagang di Jayakarta. Mereka beroleh sebidang tanah di samping timur sungai Ciliwung, di perkampungan Cina. Di situ mereka bangun kantor serta benteng. Kubu pertahanan Kerajaan Belanda itu tidak disenangi orang Jayakarta, Banten ataupun Kerajaan Inggris. Mereka lalu berperang.

Th. 1619. Berlangsung pertempuran sengit segitiga pada Kerajaan Belanda, Kerajaan Inggris serta Kerajaan Portugal di pelabuhan Sunda Kalapa. Situasi Teluk Jayakarta itu sekejab jadi merah api serta merah darah. Di laut teluk banyak bergelimpangan mayat-mayat serdadu Kerajaan Belanda serta Kerajaan Portugal sesudah ke-2 negara kerajaan itu habis digempur pasukan laut Kerajaan Inggris. Inggris menang dalam perang itu.

Kamis, 30 Mei 1619, JP Goen mengalahkan kembali sekalian kuasai Jayakarta. Waktu itu armada Kerajaan Inggris telah tak ada lagi lantaran sudah pergi berlayar menuju Australia, meninggalkan Jayakarta. Tengah armada (laut Kerajaan Portugal pergi menuju ke lokasi ujung timur Nusantara, tepatnya di Timor Timur.

" Jayakarta pada th. itu masuk lembaran baru. Nama Jayakarta dirubah Kerajaan Belanda jadi Batavia. Nama Batavia ini datang dari nama Batavieren, bangsa Eropa sebagai nenekmoyang Kerajaan Belanda, " tukas Muhammad Isa Ansyari SS.


VOC awal mula jadikan Batavia sebagai pusat perdagangan serta pemerintahan. Dengan kepiawaian kompeni melalui intrik serta politik adu domba atau cfewtte et impera pada raja-raja di Nusantara. Semua lokasi Nusantara dijarahnya. Kejayaannya juga berjalan cukup lama.

Th. 1798. VOC jatuh serta dibubarkan. Kekuasaan, harta benda serta utangnya yartg 134, 7 juta gulden di ambil alih Pemerintahan Kerajaan Belanda. Rabu, 1 Januari 1800, Indonesia mulai sejak itu diperintah segera oleh Pemerintah Kerajaan Belanda. Satu majelis untuk masalah jajahan Asia lantas didirikan.

Tetapi, awal Maret 1942, Kerajaan Jepang merebut kekuasaan dari Kerajaan Belanda pada Perang Dunia ke-2. Nama Batavia dikubur balatentara Kerajaan Jepang. Serta, nama Jakarta menggantikannya hingga saat ini. (sumber : majalah amanah)
demikia untuk postingan kali ini mengenai  Sejarah awal mula Kota Jakarta

Sejarah awal berdirinya Kota Bandung

Sejarah awal berdirinya Kota Bandung
Masa Pajajaran
Daerah yang saat ini di kenal dengan nama Bandung awal mulanya yaitu ibukota Kerajaan Padjajaran (th. 1488). Tetapi dari penemuan arkeologi kuno, kota itu yaitu tempat tinggal untuk Australopithecus, Manusia Jawa. Mereka tinggal di pinggir sungai Cikapundung samping Utara Bandung, serta di pesisir Danau Bandung. Gambar serta fragmen dari bekas tengkorak serta artifak Batu Api, bisa dipandang di Museum Geologi Jl. Diponegoro 57. Bandung.

Masa Kolonial Belanda
Pada th. 1786 awalilah di bangun jalan yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Cianjur serta Bandung. Arus pendatang dari Eropa bertambah pada th. 1809 waktu Louis Napoleon, penguasa Belanda, memerintahkan Gubernur Jendral H. W. Daendels, untuk tingkatkan pertahanan di Jawa melawan Inggris. Untuk kirim logistik mereka membutuhkan jalan. Lantaran daerah pantai terdapat banyak rawa-rawa, pada akhirnya mereka bangun jalan ke arah selatan, melalui dataran tinggi Priangan.
The Groote Postweg (Jalur Pos Paling hebat) di bangun 11 mil ke arah utara hingga ke jantung kota Bandung. Seperti umum dengan kecekatannya, Daendels memerintahkan kalau ibukota direlokasikan ke jalan itu. Bupati Wiranatakusumah II pilih satu tempat dibagian selatan jalan dari segi sungai samping barat Cikapundung, dekat sepasang sumur keramat, Sumur Bandung, yang menurut isu di jagalah oleh dewi Nyi Kentring Manik. Di daerah ini dia bangun dalemnya (istananya) serta alun-alun (pusat kota). Ikuti tujuan tradisional, Mesjid Agung di letakkan di segi selatan, serta pasar tradisional di segi timur. Tempat tinggalnya serta Pendopo (tempat pertemuan) terdapat dibagian selatan menghadap gunung keramat Tangkuban Perahu. Waktu tersebut Kota Kembang lahir.

Sekitaran pertengahan era ke 19, Amerika Selatan cinchona (quinine), teh Assam, serta kopi dikenalkan pada beberapa dataran tinggi. Pada akhir era itu Priangan tercatat sebagai daerah pertanian paling untungkan se-propinsi. Pada th. 1880 rel kereta api menghubungkan Jakarta serta Bandung sudah usai, serta menjanjikan perjalanan sepanjang 2 1/2 jam dari keramaian ibukota Jakarta ke Bandung.
Dengan pergantian pola hidup di Bandung, hotel, cafe, pertokoan nampak untuk melayani beberapa petani yang tak tahu datang dari dataran tinggi atau dari ibukota hingga daerah pesiar di Bandung. Kelompok orang-orang Concordia terbentuk serta dengan ruangan tarinya yang besar adalah magnet yang menarik orang untuk menggunakan akhir minggu di kota. Hotel Preanger serta Savoy Homann yaitu hotel-hotel pilihan. Braga di selama trotoarnya ada beberapa toko eksklusive Eropa.

Karenanya ada rel kereta api, sinar perindustrian berkembang. Demikian panen tanaman mentah sudah bisa segera diantar ke Jakarta untuk pengiriman melalui laut ke Eropa, saat ini sistem paling utama bisa dikerjakan dengan cara efektif di Bandung. Orang Cina yg tidak pernah tinggal di Bandung berangsur-angsur datang untuk menolong menggerakkan sebagian sarana serta mesin serta service untuk industri-industri baru. Pecinan nampak pada saat ini.
Pada saat awal era ini, Pax Neerlandica di proklamasikan, membuahkan pergantian dari pemerintahan militer jadi sipil. Dengan adanya ini nampak polis mengenai desentralisasi untuk mengurangi beban administrasi dari pemerintahan pusat. Serta sekianlah Bandung jadi kotamadya pada th. 1906.

Pergantian ini memberi efek besar pada kota. Balai kota di bangun di ujung utara Braga untuk mengakomodasi pemerintahan yang baru, terpisah dari system orang-orang yang asli. Ini lalu di ikuti oleh pengembangan yang jauh semakin besar waktu markas besar militer dipindahkan dari Batavia ke Bandung sekitaran th. 1920. Tempat yang diambil yaitu dibagian timur Balai Kota, serta yang didalamnya ada rumah untuk Panglima perang, kantor, barak, serta gudang persenjataan.
Pada awal era ke-20 keperluan untuk memiliki seseorang profesional yang mempunyai kekuatan spesial menggerakan pendirian sekolah tinggi tehnik yang disponsori oleh warga kota Bandung. Ketika yang sama gagasan untuk memindahkan ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung telah masak, kota ini di perluas ke utara. Distrik ibukota diletakkan dibagian timur laut, daerah yang semula yaitu persawahan, serta satu jalan raya direncanakan untuk di buat selama 2. 5 km. menghadap Gunung Tangkuban Perahu dengan Gedung Sate di ujung selatan, serta satu monumen kolosal disisi yang lain. Pada ke-2 segi dari gedung yang megah ini bakal ada permukiman untuk kantor-kantor punya permerintahan kolonial.


Selama bantaran sungai Cikapundung di antara panorama alam ada Universitas Technische Hoogeschool, asrama serta sisi pengurus. Bangunan tua universitas ini serta pemandangannya mencerminkan arsiteknya yang genius Henri Maclain Pont. Dibagian barat daya disiapkan untuk tempat tinggal sakit serta institute Pasteur, di lingkungan pabrik kina yang tua. Pembangunan ini direncanakan dengan begitu cermat dari mulai arsitekturnya serta perawatan dengan cara detil. Th. terlebih dulu tak lama sebelumnya pecahnya perang dunia ke 2 adalah th. keemasan untuk Bandung serta dikenang sebagai Bandung Tempoe Doeloe.

Tonggak-Era Kemerdekaan
Sesudah Indonesia merdeka, Bandung jadi ibukota propinsi Jawa Barat. Bandung adalah tempat terjadinya konferensi Bandung pada tanggal 18 April – 24 April 1955 dengan maksud untuk promosi ekonomi serta hubungan kerja budaya pada negara Afrika serta Asia, serta untuk melawan ancaman kolonialisme serta neokolonialisme oleh Amerika Serikat, Uni Soviet atau negara-negara imperialis yang lain. nah mungkin sampai disini dulu Sejarah Kota Bandung
Sumber : Wikipedia.org

Sejarah awal mula berdirinya Kota Tasikmalaya

Histori berdirinya Sejarah Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tak lepas dari histori berdirinya kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Terlebih dulu, kota ini adalah ibukota dari kabupaten Tasikmalaya, lalu bertambah statusnya jadi kota administratif th. 1976, pada saat A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, serta lalu jadi pemerintahan kota yang mandiri pada saat Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya di pimpin oleh bupatinya waktu itu H. Suljana W. H.

Kota Tasikmalaya diresmikannya sebagai Kota Administratif Tasikmalaya lewat Ketentuan Pemerintah Nomer 22 Th. 1976, dengan Walikota Administratif Pertama yakni Drs. H. Oman Roosman yang dilantik oleh Gubernur Jawa Barat H. Aang Kunaefi. Pada awal pembentukannya, lokasi Kota Administratif Tasikmalaya mencakup 3 Kecamatan yakni Cipedes, Cihideung, serta Tawang dengan jumlah desa sejumlah 13 desa.
Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom diputuskan berdasar pada Undang-undang Nomer 10 Th. 2001, berbarengan dengan Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kota Padang Sidempuan, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kota Pagar Alam, Kota Tanjung Pinang, Kota Cimahi, Kota Batu, Kota Singkawang, serta Kota Bau-Bau, setelah itu pada tanggal 18 Oktober 2001, Drs. H. Wahyu Suradiharja dilantik sebagai Penjabat Walikota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dikerjakan di Gedung Sate Bandung.

Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Walikota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.
Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 15 dan desa sebanyak 54, kemudian melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 30 Tahun 2003 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, desa-desa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi kelurahan, maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, selanjutnya kecamatan di Kota Tasikmalaya dimekarkan lagi sehingga menjadi sepuluh kecamatan.
Berikut ini urutan pemegang jabatan Walikota Administratif Tasikmalaya, dari terbentuknya Kota Administratif sampai menjelang terbentuknya Pemerintah Kota Tasikmalaya:
1.    Oman Roesman (1976-1985)
2.    Yeng Ds. Partawinata (1985-1989)
3.    R. Y. Wahyu (1989-1992)
4.    Erdhi Hardhiana (1992-1999)
5.    Bubun Bunyamin (1999-2007)
6.    Syarif Hidayat (2007-2012)

nah itulah sedikit singkat Sejarah Kota Tasikmalaya
sumber.wikipedia.com